Perahu Kertas by Dee

on Tuesday, September 6, 2011
Perahu Kertas
For Review this book visit dee-blog
Okay,, kali ini aku nggak mau nge-review secara detail,, soalnya dari pengarangnya sendiri udah ada reviewnya kok *tinggal liat blognya mbak dee*. Kali ini aku akan menceritakan Perahu Kertas the my story *halah*. Mengenai pertemuan dengan buku ini lah maksud aku.

Bermula dari Twitter,, aku secara tiba-tiba memutuskan mem-follow mbak dee,, seneng aja-sepertinya aku tiba-tiba ngefans dengan dia. Lalu membaca twit dia,, dan baru tahu klo dia ngeluarin 1buku baru,, perahu kertas,, tiba-tiba aku suka banget dengan judul bukunya *aneh banget*. Dan telah menyusun rencana untuk menyewanya,, pas mau libur lebaran *at least aku emang jarang beli buku,, apa lagi nover,, mending nyewa*. Sebelum baca bukunya aku mau dan iseng-iseng untuk mencari e-book nya,, yang ketemu memang Cuma e-book bab1-2 versi mobile nya. Setelah baca 2bab itu, aku semakin membulatkan tekad untuk meminjam ke persewaan buku.

Mungkin sudah jadi nasib ya,, nggak sempet bisa pinjem tuh buku,, pas malam takbiran aku nggak sempet ke persewaan buku. Mencoba bertahan dengan meneruskan baca buku pinjeman teman. Tapi entah mengapa aku nggak kuat,, tetep pengen baca perahu kertas.
Hingga suatu ketika aku dan teman-temanku mengadakan ekspedisi ke solo *dalam 1hari ke 8tempat sekaligus, menscanning hal-hal yg diperlukan*, diantaranya adalah took buku. Serta merta aku nyari tuh buku *hehehe bukunya Rp.69.000,00 langsung beli tanpa mikir uangnya punya berapa*. Nggak tahu kenapa ya aku jatuh cinta pada judulnya, dan setelah dikasih rekomendasi dari teman malah semakin pingin beli, apa lagi stlah baca pdf nya *makin tergila-gila*.

Malamnya demam, karena kecapek’an dan beberapa konsletan di badan,, tapi dari jam 23.00-05.00 aku niat banget membaca nya mpe selesai. Ketawa-ketiwi dan nangis mbeler-mbeler. Memalukan sekali aku mbaca mpe kaya orang gila *untung pas baca nggak ada yg liat*. I love this book,, mpe kena sindrom nya.

Well, isi bukunya menceritakan si Kugy dan Keenan,, dua orang yang secara tiba-tiba bertemu dan serta merta berpisah untuk dipertemukan kembali dalam situasi yang berbeda. Buku ini memang lebih ringan dibaca, lebih pop, namun berisi, banyak pengetahuan disana. Terlalu menginspirasi dalam hubungan seseorang dengan pasangannya, untuk mengedepankan rasa toleransi bukan pemaksaan atau egoisme. Buku ini juga penuh dengan imagenasi, membuat yang baca hanyut. *beuuuh… baca aja sendiri ya…ini buku aku rekomendasikan,, bagus banget.* buku karya Dewi Lestari ini tebalnya Cuma 444halaman kok,, dengan bahasa yang ringan dan mengalir,, lebih berbobot dari pada teenlit.


nb: sebelumnya di post di blog ini

0 comments:

Post a Comment